Rabu, 26 Juni 2013

Penyusunan Anggaran Tenaga Kerja pada PT. YODYA KARYA (Persero).”

KATA PENGANTAR

            Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul Penyusunan Anggaran Tenaga Kerja pada PT. YODYA KARYA (Persero).”
           Kami menyadari bahwa
dalam penyusunan makalah ini dapat diselesaikan berkat bantuan dari berbagai pihak. Melalaui kesempatan ini pula, kami ingin mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada :
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca pada umumnya dan rekan-rekan sedisiplin ilmu pada umumnya.
Semarang,  April 2012


Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL……………………………………………………………….i
KATA PENGANTAR………………………………………………......................ii
BAB I PENDAHULUAN………………………………………………………….1
1.1.       Latar Belakang Pemilihan Judul................................................................ 1
1.2.       Tujuan Penyusunan.................................................................................... 1
1.3.       Ruang Lingkup Pembahasan..................................................................... 2
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN………………………………...5
2.1.       Sejarah Perkembangan PT.Yodya karya................................................... 5
2.2.        Jenis kegiatan Pelayanan Jasa dan Pekerjaan Yang ditangani.................. 8
2.3.        Kerjasama Dengan konsultan Asing......................................................... 9
2.4.        Organisasi dan Metode Kerja................................................................... 12
2.5.        Struktur Organisasi Kantor....................................................................... 14
BAB III PEMBAHASAN
3.1         Perencanaan Tenaga Kerja......................................................................... 24
3.2         Persiapan dalam Penyusunan Anggaran Tenaga Kerja.............................. 25
BAB IV PENUTUP
4.1.       Kesimpulan ............................................................................................... 25
4.2.       Saran ......................................................................................................... 25
Daftar Pustaka ................................................................................................... 26


BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang Pemilihan Judul
Suatu perusahaan yang berkembang pastinya mempunyai tujuan agar kegiatan dalam perusahaan dapat terarah, namun didalam menghadapi kondisi yang tidak pasti maka perusahaan harus mempunyai strategi-strategi agar dapat tercapai secara efektif dan efisien guna mengoptimalkan pencapaian tujuan dan kelangsungan hidup perusahaan. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan adanya sebuah perencanaan yang disertai dengan pengendalian yang efektif.
Perencanaan merupakan tindakan yang dibuat berdasarkan fakta dan asumsi mengenai gambaran kegiatan yang dilakukan pada waktu yang akan datang dalam mencapai tujuan yang diinginkan (Napirin, 2004:4). Dengan perencanaan ini suatu kegiatan akan mempunyai suatu pedoman pelaksanaan kerja, agar perencanaan yang ditetapkan dapat tercapai, maka perusahaan perlu mengadakan pengendalian. Pengendalian adalah proses evaluasi kerja, dan jika perlu dilakukan perbaikan, maka harus sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan dan dengan pengendalian ini suatu perencanaan dapat dilihat apakah yang direncanakan tersebut dicapai atau tidak. Salah satu alat yang dapat memenuhi kebutuhan perencanaan dan pengendalian adalah anggaran, karena anggaran adalah suatu pendekatan yang formal dan sistematis dari pada pelaksanaan tanggung jawab manajemen di dalam perencanan, koordinasi, dan pengawasan (Adisaputra dan Asri,2003:6). Dilihat dari pentingnya anggaran dalam perusahaan maka perusahaan dalam mencapai tujuannya diperlukan suatu penyusunan anggaran. Dalam penyusunan anggaran terdapat dua alternative penyusunan anggaran yaitu secara komprehensif dan secara parsial. Secara komprehensif berarti perusahaan melakukan penyusunan anggaran dalam ruang lingkup yang menyeluruh, dimana jenis kegiatan yang dicakupnya meliputi seluruh aktivitas perusahaan, baik bidang pemasaran, produksi, keuangan, dan administrasi umum. Sedangkan secara parsial adalah anggaran perusahaan yang disusun dengan ruang lingkup yang terbatas yang hanya mencakup sebagian dari kegiatan perusahaan.
  Berdasarkan uraian dan latar belakang diatas, maka penulis tertarik dan bermaksud untuk melakukan penelitian di PT. YODYA KARYA (Persero) Cabang I jawa Tengah dengan judul :
PENYUSUNAN ANGGARAN TENAGA KERJA Pada PT YODYA KARYA Cabang I Jawa Tengah.

1.2    Tujuan Penyusunan
Adapun tujuan dilakukan penyusunan makalah ini adalah :
1.      Untuk menganalisis perencanaan tenaga kerja pada PT. YODYA KARYA (persero)
2.      Untuk menganalisis persiapan anggaran tenaga kerja pada PT. YODYA KARYA (persero)
3.        Untuk menilai sistem anggaran tenaga kerja pada PT Yodya Karya, apakah sudah sesuai dengan kaidah penyusunan anggaran tenaga kerja yang  benar.


1.3    Ruang Lingkup Pembahasan
PT YODYA KARYA merupakan Perusahaan Negara (PN) yang bergerak dibidang usaha jasa konsultansi konstruksi dan non konstruksi terkemuka di Indonesia yang  memiliki SDM sebanyak ± 1200 pegawai dengan kualifikasi pendidikan 20% S2/S3, 40% S1, 30% D3 dan sisanya 10% Non Akademik. Karena PT YODYA KARYA mempunyai banyak bagian, maka kami membatasi ruang lingkup kegiatanya hanya dibagian penyusunan anggaran tenaga kerja. Hal ini disesuaikan dengan jurusan kami yaitu manajemen perusahaan yang harus bisa mengetahui dan mengerti tentang penyusunan anggaran pada perusahaan. Tetapi, dalam makalah ini kami hanya membatasi tentang perencanaan tenaga kerja dan persiapan dalam penyusunan tenaga kerja.


BAB II
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

3.1    Sejarah Perkembangan Perusahaan
PT. YODYA KARYA (Persero) didirikan pada Tahun 1948 oleh  Warga Negara  Belanda bernama Mr. Sprey dengan nama NV. JOOP & SPREIJ, dengan kegiatan utama sebagai perusahaan konsultan yang bergerak dibidang usaha Jasa Perencanaan dan Pengawasan Bangunan Gedung.
            Pada Tahun 1958 NV. JOOP & SPREIJ  di Nasionalisasi oleh Pemerintah RI menjadi sebuah Perusahaan Negara (PN) dengan nama PN. YODYA KARYA sebagai Direktur Utama (Dirut) adalah Prof. Dr. Ir. R. Roosseno. Bidang usaha tetap sebagai Konsultan Perencanaan dan Pengawasan Bangunan Gedung. Alamat Perusahaan di Jalan Cikini Raya No. 1 Jakarta Pusat.
            Tahun 1972 pemerintah mengeluarkan kebijakan 3 (tiga) bentuk perusahaan Negara yakni Perseroan Terbatas (PT), Perusahaan Umum (Perum) dan Perusahaan Djawatan (Perdjan), PN. YODYA KARYA  memilih bentuk Perseroan sehingga menjadi PT. YODYA KARYA (Persero). Modal awal adalah sebesar Rp. 12.000.000,- (Dua Belas Juta Rupiah) dan pemegang saham tunggal adalah Pemerintah RI, dengan Departemen Keuangan RI sebagai Wakil Pemegang Saham (Pemerintah) dan dibawah bimbingan teknis pengelolaan Departemen Pekerjaan Umum (Departemen PU). Alamat Kantor Pusat  di Jalan DI. Panjaitan Kav. 8 – Cawang Jakarta Timur dengan menempati lahan seluas ± 5000 M2 dan bangunan permanent 2 (dua) lantai.
            Bertepatan dengan itu diangkat Ir. Machmud Ali sebagai Direktur Utama pengganti Dr.Ir.R.Roeseno. Selama di bawah pimpinan Ir.Machmud Ali, perusahaan berhasil membina dan meningkatkan hubungan kerja dengan sejumlah instansi pemerintah maupun instansi swasta, dengan pelayanan serta penampilan teknis yang professional dan prima, sehingga bisa berkembang dan diakui menjadi salah satu perusahaan architect& consulting engineers yang berpengalaman di Indonesia.
              Dari hasil usaha yang didapat dan dikumpulkan PT.YODYA KARYA berhasil membeli sebidang tanah dan mendirikan bangunan kantor yang hingga saat ini digunakan sebagai Kantor Pusat, yaitu di Jalan D.I. Panjaitan Kavling 8 Cawang Jakarta Timur.
Kondisi hubungan kerja yang baik dengan sejumlah Pemberi Tugas, yang disertai pelayanan teknis dan administrasi yang professional ini, dilanjutkan oleh Ir. Wonargo Martowirono sebagai Direktur Utama yang menggantikan Ir. Machmud Ali pada tahun 1991.
Sejak September 1996 PT. YODYA KARYA  (Persero) dipimpin oleh Ir. Soebianto Imam Rahayu sebagai Direktur Utama dan pada Bulan Pebruari 2002 digantikan oleh Aries Sirait SE.MBA. Beliau tetap mengembangkan bidang usaha Jasa Konsultasi mulai pekerjaan Survei, Perancangan dan Perencanaan, Manajemen Proyek, Manajemen Konstruksi, Pengawasan pada Bidang Engineering dan Bidang Non Engineering yang selama ini sudah ditangani. Dengan didukung oleh Tenaga Ahli Professional dan Peralatan yang mengikuti perkembangan Teknologi PT. YODYA KARYA (Persero) tetap akan memberikan pelayanan terbaik dan hasil yang memuaskan serta dapat dipertanggungjawabkan.
PT. YODYA KARYA  pada tahun 1980, memutuskan untuk mengembangkan bidang usahanya pada bidang-bidang engineering, Pemerintah sangat mendukung rencana tersebut dan menyetujui untuk menambah modal kerja menjadi Rp. 750.000.000,00 karena dinilai mempunyai potensi untuk dapat maju dan momentum yang tepat. Di bawah manajemen yang sistematis, dikelola dan diarahkan oleh Direksi serta didukung oleh tenaga ahli yang professional, Perusahaan PT. YODYA KARYA (Persero) secara gemilang berhasil menjadi salah satu konsultan yang dikenal dan berbobot di bidang engineering di Indonesia, dengan kegiatan pekerjaan di berbagai bidang.
Di samping melakukan pengembangan ini PT. YODYA KARYA (Persero) tetap mempertahankan bidang pelayanan Jasa Konsultansi yang selama ini telah ditangani yaitu Bidang Bangunan. Pada Bidang ini PT. YODYA KARYA (Persero) berusaha untuk terus meningkatkan pelayanan dengan menggunakan Tenaga Ahli yang lebih professional serta tuntutan dari Pemberi Tugas. Hinga kini tahun 1998 perusahaan terus mengembangkan bidang usahanya dengan ditunjang oleh modal kerja Rp.6.000.000,000,00 yang sepenuhnya digunakan dalam menjalankan usahanya.
Saat ini PT. YODYA KARYA (Persero) telah berkembang pesat menjadi salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dibidang usaha jasa konsultansi konstruksi dan non konstruksi terkemuka di Indonesia yang  memiliki SDM sebanyak ± 1200 pegawai dengan kualifikasi pendidikan 20% S2/S3, 40% S1, 30% D3 dan sisanya 10% Non Akademik. Hal ini dibuktikan dengan anugrah penghargaan dari Pemerintah Republik Indonesia berupa The Best 10th BUMN Award Tahun 2002 dan nominasi The Best 10th BUMN Award Tahun 2003 dan Tahun 2004.
              Perkembangan dunia konstruksi di Indonesian baik yang berupa struktur maupun infrastruktur menunjukkan grafik peningkatan yang cukup signifikan. Seiring dengan berkembangnya dunia konstruksi di Indonesia kami sebagai Konsultan yang berkecimpung dalam dunia jasa konsultasi juga ikut berpartisipasi dalam pembangunan tersebut. Sesuai dengan bidang yang ditekuni oleh perusahaan, kami ikut berperan dalam konsultasi, perancangan, perencanaan, pelaksana, dan pengawasan terhadap pekerjaan tersebut.
              Dengan penjelasan diatas maka dalam pengadaan jasa konsultasi untuk paket pekerjaan Jasa Konsultansi Pendampingan PKPS-BBM IP Kabupaten/Kota Paket KMK 37 (Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen), kami ikut berpartisipasi dengan mengikuti proses pemasukan penawaran yang disertai dengan memasukan usulan teknis dengan harapan dapat mengabdikan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada pada perusahaan kami sehingga akan didapatkan hasil pekerjaan sesuai dengan maksud dan tujuan pelaksanaan pekerjaan ini.
Sehubungan dengan partisipasi kami dalam mengikuti proses pelelangan ini maka kami akan memperkenalkan berbagai bidang yang ada pada perusahaan dan pengalaman perusahaan dalam melaksanakan jenis pekerjaan.
Kami memiliki tenaga ahli yang berkompeten dibidangnya, dan kami selalu melakukan inovasi dan mengikuti perkembangan teknologi. Dengan penggunaan teknologi yang tepat tentu saja akan dapat memberikan hasil yang lebih baik dan efisien.

3.2    Jenis kegiatan Pelayanan Jasa dan Pekerjaan Yang ditangani
   Jenis pelayanan jasa yang ditangani oleh PT. YODYA KARYA (Persero), adalah sebagai berikut :
1.      Survai  ;  Hidrologi, Hidrografi, Hidrooceanografi, Geoteknik, Hidrogeologi, Topografi/Pemetaan, Pemetaan Udara (Fotogrametri) dan Sosio Ekonomi.
2.      Pengkajian/Studi  ; Perancangan/Perencanaan Sektoral & Regional Studi Kelayakan antara lain Prasarana Kota/Desa, Prasarana Pemukiman dan Pasar Lingkungan, Operasi dan Pemeliharaan Instalasi serta Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).
3.      Manajemen Proyek, Manajemen Konstruksi & Pengawasan ; Manajemen Proyek dan Manajemen Konstruksi dalam  pengendalian mutu waktu dan biaya sejak awal proyek, Penaksiran kuantitas bahan dan pekerjaan, Penaksiran biaya proyek, Pengendalian penyiapan dokumen, Penjadualan administrasi kontrak rekayasa (V.E.) serta Pengawasan pelaksanaan pekerjaan fisik.
4.      Perancangan dan Perencanaan Bangunan.
5.      Manajemen Operasi dan Pemeliharaan; Penataan Sistem Manajemen Operasi dan Pemeliharaan Penyusunan Program dan Pelatihan.
6.      Manajemen dan Monitoring Pemberdayaan Masyarakat.
Sedangkan jenis pekerjaan yang telah ditangani oleh PT. YODYA KARYA (Persero), adalah sebagai berikut :
a.       Pembangkit Listrik Tenaga Air.
b.      Jaringan Transmisi dan Distribusi Listrik.
c.       Jalan Raya, Jalan Tol, Jembatan.
d.      Lapangan Terbang, Pelabuhan Laut beserta prasarananya,
e.       Jalan Kereta Api.
f.       Pencetakan Sawah dan Irigasi Pertanian serta Irigasi lainnya.
g.      Pengembangan daerah rawa, tambak beserta prasaranya.
h.      Perencanaan Pengembangan Kota, Wilayah dan Daerah.
i.        Pengembangan Prasarana Kota dan Pedesaan (Air Bersih, Drainase, Limbah, Sampah, Jalan Kota/Desa, Prasarana Pemukiman dan Pasar, Tambatan Perahu).
j.        Pengembangan Kawasan Pemukiman dan Rekreasi.
k.      Analisa mengenai dampak lingkungan.
l.        Pelatihan Lapangan dan Laboratorium untuk Mekanika Tanah, beton dan geoteknik.
m.    Penelitian dan Pengembangan Teknologi yang berkaitan dengan Bidang Pekerjaan Konsultansi Bidang Industri Jasa Konstruksi.
n.      Manajemen dan Pendampingan Pemberdayaan Masyarakat.
o.      Proyek Perencanaan dan Pengembangan Kota Terpadu (P3KT)
p.      Proyek Pembangunan Prasarana Pendukung Desa Tertinggal (P3DT)
q.      Proyek Pendukung Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Daerah (P2MPD)
r.        Proyek Pemberdayaan Masyarakat Dalam Mengatasi Dampak Krisis Ekonomi (PDMDKE)

2.5 ORGANISASI DAN METODE KERJA
PT. YODYA KARYA (Persero) dalam menangani pekerjaannya dikelola langsung oleh Kantor Pusat maupun Cabang serta Perwakilannya dibawah masing-masing Direktorat Kepala Cabang dan Divisi yang terkait. Penanganan operasional dilaksanakan oleh suatu Tim Tehnis yang disebut Regu Pelaksana Tugas (RPT) yang terdiri dari Tenaga Ahli yang dibentuk untuk setiap proyek di bawah Pimpinan Ketua Regu Pelaksana  Tugas (KRPT/Team Leader/Koordinator Tim), yang bertugas mempersiapkan, mengkoordinasi, merencanakan dan melaksanakan pelaksanaan tugas.
Koordinasi antar proyek-proyek yang ada, dipimpin langsung oleh Kepala Divisi serta Kepala Cabang yang bertanggung jawab teknis kepada Direktur Direktorat yang bersangkutan, yang juga bertindak sebagai Project Director dan bertanggung jawab kepada Dewan Direksi atau langsung kepada Direktur Utama.
Dalam melakukan pemasaran guna peraihan proyek dilakukan oleh Bagian Pemasaran masing – masing Divisi dan Cabang dibawah pimpinan Kepala Cabang dan Kepala Cabang dibawah koordinasi  Direksi.
Divisi-Divisi yang ada dibentuk atas dasar bidang spesialisasi pekerjaan penanganan proyek dan sesuai kebutuhan pasar Jasa Konsultansi untuk industri konstruksi, PT. YODYA KARYA (Persero) memiliki 4 (empat) Divisi Pelaksana serta 2 (dua) Biro dan 10 (sepuluh) Kantor Cabang yang dibawahi langsung oleh Direktur Utama.
Guna menunjang penjelasan diatas terlampir bagan Struktur Organisasi baik Struktur Organisasi Kantor Pusat maupun Kantor Cabang I Jawa Tengah, pada lembar berikut ini :
STRUKTUR ORGANISASI KANTOR CABANG I JAWA TENGAH (SEMARANG)

2.6.2        Kantor Cabang I Jawa Tengah

1.   Bentuk dan Nama, Alamat
PT. Yodya Karya (Persero) cabang I Jawa Tengah
Jl. Sriwijaya no.41 Semarang
Telp. : (024) 8313900, 8412833
Fax   : (024) 8412833

2. Nama, Jabatan, Alamat dan Nomor telp. Penanggung jawab
Drs. Teguh Rahardjo, Kepala Cabang


3. DRM (Daftar Rekanan Mampu) Pemerintah Propinsi Jawa Tengah
Nomor 00025/PANPRA/1997
Kode Rekanan 2.00.11.33.00013
Masda Berlaku 1 Januari 2002

4.        Tanda anggota INKINDO, Nomor dan masa berlaku

Nomor:
Tanggal :
5. Sub bidang pekerjaan (spesialisasi) yang tercantum dalam TDR PemProp,Jateng
Klasifikasi dan Kualifikasi
1.      Pekerjaan Umum    
2.      Transportasi
3.      Komunikasi
4.      Pertanian/LH
5.      Perindustrian
6.      Pertambangan Energi
7.      Pengukuran & Pemetaan
8.      Bidang Lainnya

6.   NPWP Tanggal Kantor Inspeksi Pajak
1.001.616.0-508, 01 Oktober 1994, Semarang Selatan
6.      Akte Pendirian, Notaris Djaja Muljadi,SH
Pengesahan Dep.Kehakiman
Perubahan Pengesahan Dep. Kehakiman

Pendaftaran di Pengadilan
Pengumuman dalam Berita Acara
Akte Perubahan Notaris Imas Fatimah,SH
Akte Perubahan Notaris Imas Fatimah,SH
Akte Perubahan Notaris Imas Fatimah,SH
Akte Perubahan Notaris Imas Fatimah,SH

Akte Pernyataan Notaris Titi Ana.S,SH
Akte Perubahan Notaris Imas Fatimah,SH

No : 62               tgl : 15 Maret 1972
No : YA5/58/21  tgl :  20 Pebruari 1973
No : 02-279 UT.01.th.98
tgl : 9 Desember 1998
No : 740             tgl : 28 Pebruari 1973
No : 75               tgl : 18 September 1973
No : 43               tgl : 11 Pebruari 1983
No : 118             tgl : 17 Pebruari 1984
No : 141             tgl : 20 Juli 1987
No : 12               tgl : 13 Mei 1998
Akte Notaris Cabang :
No : 1                 tgl : 1 November 1993
No : 09               tgl : 7 Oktober 1998  
8.   SIUJK a.n PT. Yodya Karya
No : 1133.1.72.92.00026A
Tgl : 20 Januari 1992

9.   Nasabah Bank
a.      Bank Pembangunan Daerah Jateng
No. 1-034-0821207
b.      Bank Mandiri Semarang
No.  135-0089000846

10.  Pengalaman dalam Bidang Usaha
30 Tahun

                                                      





BAB III
PEMBAHASAN

3.1    Perencanaan Tenaga Kerja
     Pada dasarnya Budget tenaga kerja sangat berhubungan erat dengan rencana laba tahunan, mengingat upah tenaga kerja merupakan pas biaya yang paling besar jika dibandingkan dengan biaya lainnya. Budget tenaga kerja harus dikembangkan menurut jam kerja langsung dan biaya kerja langsung dan juga harus dikembangkan menurut tanggung jawab dan menurut priode antara, hal, ini penting untuk penaksiran biaya produksi tiap produk. Banyak perusahaan mengembangkan labellabel tenaga kerja sebagai cara untuk membantu dalam merencanakan dan mengendalikan seluruh upah tenaga kerja. Dan perusahaan juga harus menetapkan sistem upah yang digunakan, dibawah ini ada beberapa sistem upah, yaitu:
1. Sistem upah harian
2. Sistem upah perpotong
3. Sistem upah bonus
Berdasarkan sistem upah harian tiap karyawan diberi suatu jumlah untuk satu
hari kerja. Satu jumlah jam kerja tertentu biasanya terdiri hari standart dan oleh
karena sistem upah harian sama dengan sistem upah per jam. Sistem upah
perpotong berdasarkan jumlah upah dari pada jumlah barang produksi yang
diproduksi karena menurut teori karyawan harus dibayar menurut hasil kerja nyata.
Dalam sistem upah bonus setiap karyawan dibayar secara harian didalam
memproduksi sejumlah minimum tertentu, dan untuk jumlah diatas minimum
karyawan menerima tambahan kompensasi berupa bonus yang biasanya menurut
jumlah potongannya. Dari penjelasan dari sistem upah ini, jelaslah sistem upah
perpotonglah yang sesuai dengan atau untuk budget tenaga kerja.
Disamping mengenai sistem upah, laporan produksi yang dibuat didalam
pabrik harus menunjukkan dan menggambarkan banyaknya jumlah barang yang
diproduksi atau unit yang diproduksi dalam satu hari atau jam. Dalam laporan
tenaga kerja harus menunjukan ongkos tenaga kerja produk itu, sehingga ongkos
persatuan tenaga kerja dapat dengan segera ditentukan. Namun perlu diketahui
bahwa dalam penyusunan Budget tenaga kerja perlulah kiranya kita membuat suatu
perencanaan waktu kerja standart. Di dalam perencanaan waktu kerja standart ada
empat macam rancangan yang umum digunakan, diantaranya adalah:
1. Studi-studi waktu dan gerak
Di dalam studi ini di analisa kerja yang dibutuhkan suatu produk (per
departemen) dengan memperinci sederetan operasi atau aktivitas. Pada
umumnya analisa ini dilakukan oleh para insinyur. Hasil dari analisa ini dapat
digunakan sebagai dasar input dasar guna pengembangan kebutuhan-kebutuhan
jam kerja langsung untuk memenuhi kebutuhan produksi yang telah
direncanakan. Studi ini umumnya merupakan pendekatan kearah penetapan
waktu kerja standart
2. Biaya standart
Penelahaan seksama jam kerja langsung pada dasarnya harus dilakukan
mengingat didalam akuntansi biaya digunakan biaya-biaya standart. Didalam
biaya standart, penyimpangan-penyimpangan pasti terjadi. Dan penyimpangan
tersebut harus dibudgettir dari jam-jam kerja standart yang dimasukkan dalam
rencana laba tahunan.
3. Penaksiran langsung oleh pengawas
Untuk melakukan penaksiran ini pengawas harus bertumpu pada:
a. Pertimbangan
b. Pelaksanaan oleh departemen yang dilaporkan dari priode berjalan
c. Bantuan dari pengawas.
4. Taksiran-taksiran statistik oleh kelompok staf
Pendekatan ini sering digunakan untuk departemen produksi yang menghasilkan
produk lebih dari satu Rasio historis jam kerja langsung terhadap sesuatu ukuran
produksi fisik dihitung dan kemudian disesuaikan dengan perobahan-perobahan
yang direncanakan dalam pusat tanggung jawab itu. Kebenaran perhitungan ini
tergantung pada kebenaran catatan-catatan biaya. Kelemahan metode ini ialah
pemborosan-pemborosan diwaktu lalu diproyektir kewaktu akan datang.
Dari rancangan diatas, walaupun suatu metode praktis untuk suatu
departemen belum tentu praktis untuk departemen lain. Jadi prosedur-prosedur
perlu diperbaiki terus menerus dan prosedur baru yang lebih praktis harus
digunakan. Rumus yang digunakan untuk menyusun anggaran biaya tenaga kerja langsung (BTKL) atau biaya tenaga kerja langsung standar (BTKLSt) sebagai berikut :
Anggaran BTKL = JKSt x TUSt atau P x BTKLSP

Untuk menyusun anggaran biaya TKL, lebih dahulu ditetapkan beberapa hal, yaitu :
• Biaya Tenaga Kerja Langsung Standar per Unit Produk (BTKL)
Biaya tenaga kerja langsung standar per unit produk terdiri dari 2 item, yaitu Jam standar tenaga kerja langsung (JSTKL) dan Tarif upah standar tenaga kerja langsung (TUSt).
Jam kerja standar tenaga kerja langsung (JSTKL) adalah taksiran sejumlah jam kerja langsung yang diperlukan untuk memproduksi satu unit produk tertentu.
Beberapa cara untuk menentukan jam standar :
a. Menghitung rata-rata jam kerja yang dikonsumsi dalam suatu pekerjaan dari dokumen harga pokok periode lalu
b. Mencoba jalan operasi produksi di bawah keadaan normal yang diharapkan
c. Membuat penyelidikan gerak dan waktu
d. Membuat taksiran yang wajar
e. Memperhitungkan estimasi waktu istirahat, penundaan kerja yang tak bisa dihindari, dan factor kelelahan
Sedangkan Tarif upah standar tenaga kerja langsung (TUSt) merupakan taksiran tarif upah per jam tenaga kerja langsung.
Dasar penentuan tarif ini dapat dihitung atas :
a. Perjanjian dengan organisasi karyawan
b. Data upah masa lalu yang dihitung secara rata-rata
c. Penghitungan tariff upah dalam operasi normal

• Jam Kerja Standar Tenaga Kerja Langsung Terpakai(JKSt)
Data anggaran produk dan jam standar tenaga kerja langsung (JSTKL) diperlukan untuk menyusun jam kerja tenaga kerja langsung terpakai (JKSt).
Rumus yang digunakan dalam menyusun jam kerja standar tenaga kerja langsung terpakai (JKSt) adalah :
JKSt = P x JSTKL
JKSt = Jam Kerja Standar Tenaga Kerja Langsung Terpakai
P = Unit ekuivalen produk
JSTKL = Jam standar tenaga kerja langsung

3.2 Persiapan-Persiapan dalam Penyusunan Anggaran Tenaga Kerja
Menurut Haruman dan Rahayu (2007:89), dalam persiapan penyusunan anggaran ini terlebih dahulu dibuat maning table. Maning table, merupakan daftar kebutuhan tenaga kerja yang
menjelaskan:
1) Jenis atau klasifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan
2) Jumlah masing-masing jenis tenaga kerja tersebut pada berbagai tingkat kegiatan
3) Bagian-bagian yang membutuhkan
Jam tenaga kerja langsung dapat dihitung dengan berbagai cara, diantaranya dengan analisa gerak dan waktu. Analisa gerak yaitu pengamatan terhadap gerakan-gerakan yang dilakukan
dalam rangka proses produksi satu jenis barang tertentu. Sedangkan analisa waktu yaitu perhitungan terhadap waktu yang dibutuhkan untuk setiap gerakan yang dilakukan dalam rangka proses produksi. Anggaran tenaga kerja merupakan perencanaan khusus tentang jam tenaga kerja langsung (DLH) dan biaya tenaga kerja langsung (DLC) menurut waktu jenis barang yang diprodusir. Apabila memungkinkan anggaran tenaga kerja dapat dibuat secara
terpisah, yakni:
1) Anggaran biaya tenaga kerja langsung
Anggaran ini merupakan bagian dari anggaran tenaga
kerja. Informasi yang harus tercantum dalam anggaran biaya tenaga kerja langsung adalah:
a) Jumlah barang yang diprodusir
b) Standard jam buruh langsung (DLH) yang diperlukan untuk pembuatan satu unit produk jadi
c) Tingkat upah rata-rata per jam buruh langsung
d) Jenis barang yang dihasilkan perusahaan
e) Waktu produksi barang (bulanan atau kwartalan)
2) Anggaran jam tenaga kerja langsung
Anggaran ini merupakan bagian dari anggaran tenaga kerja. Secara terperinci pada anggaran ini harus dicantumkan hal-hal sebagai berikut:
(1) Jenis barang yang dihasilkan
(2) Bagian-bagian yang turut dalam proses produksi
(3) Jumlah DLH yang diperlukan untuk tiap jenis barang
(4) Waktu produksi barang (bulan atau kwartal)



BAB IV
PENUTUP

4.1    Kesimpulan
            . Anggaran (budget) merupakan hasil kerja (out put) yang terutama berupa
taksiran-taksiran yang akan dilaksanakan diwaktu yang akan datang, dan
dituangkan dalam suatu naskah tulisan yang disusun secara teratur dan
sistematis.
2. Yang dimaksud dengan penganggaran (budgeting) ialah proses kegiatan yang
menghasilkan budget tersebut sebagai hasil kerja (out-put), serta proses
kegiatan yang berkaitan dengan pelaksanaan fungsi-fungsi budget, yaitu fungsifungsi
pedoman kerja, alat pengkoordinasian kerja dan alat pengawasan kerja.
3. Fungsi kedua dari seorang pimpinan ialah pengawasan atau control. Fungsi
pengawasan semakin lama semakin penting karena semua orang telah
menyadari bahwa perencanaan tanpa diikuti oleh pengawasan merupakan
pekerjaan yang sia-sia. Bagaimana baiknya suatu perencanaan tidak akan
mencapai tujuan tanpa ada pengawasan yang baik. Anggaran merupakan alat
pengawasan yang baik.
4. Tujuan setiap perusahaan adalah mendapatkan profit dalam jumlah yang telah
direncanakan dengan pengorbanan yang direncanakan pula. Anggaran
merupakan penjabaran dari fungsi planning, atau dengan perkataan lain bahwa
planning itu dinyatakan di dalam bentuk anggaran.
5. Anggaran sebagai peralatan manajemen di bidang perencanaan dan pengawasan
ternyata tidak begitu saja dapat diperoleh manfaatnya secara penuh dan
berimbang oleh perusahaan yang telah menggunakannya tanpa ada usaha
khusus dengan persyaratan tertentu yang harus dipenuhi. Antara lain tingkat
penggunaan sistem akuntansi keuangan dan akuntansi biaya sampai tingkat
batas tertentu.

4.2    Saran
            Dari hasil pengamatan dan analisa penulis serta kesimpulan diatas
maka saran yang dapat diajukan kepada perusahaan dalam melakukan kegiatan-kegiatan produksi menggunakan fungsi anggaran sebagai salah satu alat perencanaan dan pengendalian produksi, karena dengan itu perusahaan dapat mengetahui seberapa besar yang harus dikeluarkan dan seberapa besar keuntungan yang dapat diperoleh dari hasil kegiatan produksi.


DAFTAR PUSTAKA

Adisaputra, Gunawan dan Anggarini, Yunita, 2007. Anggaran Bisnis
Analisis, Perencanaan, dan Pengendalian Laba. Penerbit UPPT
STIM YKPN. Yogyakarta.
Adisaputra, Gunawan dan Asri Marwan, 2003. Anggaran Perusahaan.
Buku Pertama, Penerbit BPFE, Yogyakarta.
Ahyari, Agus, 1988. Anggaran Perusahaan Pendekatan Kuantitatif. Buku
1.penerbit BPFE, Yogyakarta.
Arikunto, Suharsimi, 2006. prosedur penelitian suatu pendekatan praktik.
Edisi Revisi, Penerbit PT. Rineka Cipta, Jakarta.
Blocher, dkk., 2000. Manajemen Biaya. Alih Bahasa oleh Penterjemah
Susty Ambarriani, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.
Hafidhuddin, Didin dan Tanjung, Hendri, 2003. Manajemen Syariah
dalam Praktik. Penerbit Gema Insani Press, Jakarta.
Halim, Abdul dan Supomo, Bambang, 1990. Akuntansi Manajemen.
Edisi Pertama, Penerbit BPFE, Yogyakarta.
Haruman, Tendi dan Rahayu, Sri, 2007. Penyusunan Anggaran
Perusahan. Penerbit Graha Ilmu, Yogyakarta.